Perisai Ganda Generus: LDII Padukan Nilai Agama dan Ilmu Jiwa Hadapi Tantangan Zaman

Jakarta Selatan (22/12). Fenomena Quarter Life Crisis atau krisis seperempat abad yang kerap melanda anak muda usia 20-an hingga 30-an menjadi perhatian serius Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Menjawab kegelisahan tersebut, Kelompok Kerja Penggerak Pembina Generus (Pokja PPG) di bawah naungan DPD LDII menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Gedung Serba Guna Bina Insan Mulia (BIM), Masjid Zakki Mustofa, Bintaro, Minggu (21/12/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh 124 peserta dari kalangan generasi muda (generus) usia 23 hingga 30 tahun (kategori GPN B). Forum ini menjadi ruang dialektika untuk mengurai benang kusut seputar ketidakpastian masa depan, dinamika karier, hingga kesiapan mental membina rumah tangga.

Ketua DPD LDII, Mulyono, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk konkret pembinaan LDII terhadap anggotanya yang berada di fase usia dewasa muda. Menurutnya, pembinaan agama tidak hanya soal ibadah ritual, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan mental dan kesiapan hidup.

“Kegiatan ini merupakan upaya pembinaan generasi penerus tingkat usia dewasa, yakni 20 tahun ke atas. Program ini secara khusus dirancang dan dilaksanakan oleh Pokja PPG agar generus LDII memiliki mental yang tangguh,” ujar Mulyono di sela-sela acara.

Perspektif Iman dan Psikologi

Hadir sebagai narasumber utama, Ardhito Faza Akhnaf, S.Psi., membedah sisi psikologis dari Quarter Life Crisis. Dalam paparannya, Ardhito mengajak para peserta untuk tidak tenggelam dalam kecemasan, melainkan mengubah krisis tersebut menjadi momentum pendewasaan diri.

“Rasa cemas akan masa depan itu manusiawi. Namun, kita perlu mengelolanya dengan perspektif iman. Kuncinya adalah meluruskan niat, baik dalam mengejar karier maupun mempersiapkan pernikahan, agar tetap selaras dengan nilai-nilai agama,” jelas Ardhito.

Ardhito juga menekankan pentingnya membangun support system atau lingkungan yang mendukung. Komunitas pengajian dan kerukunan dalam wadah LDII dinilai menjadi aset berharga bagi pemuda untuk saling menguatkan di masa-masa sulit.

Diskusi Interaktif

Suasana di Gedung Serba Guna BIM berlangsung hidup. Peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif terlibat dalam diskusi kelompok membahas studi kasus yang relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka.

Melalui forum ini, LDII berharap para generus GPN B tidak sekadar survive (bertahan) menghadapi badai krisis usia muda, tetapi mampu bertransformasi menjadi pribadi yang bijak, tangguh, dan siap melangkah ke jenjang kehidupan berikutnya dengan penuh keyakinan. (*)

Related posts

Leave a Comment